Oleh: kang Ja'far | 11 Desember 2008

SEKOLAH MODEL SSN

UU No 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah No 25 tentang Kewenangan Pusat dan Daerah, telah mendorong perubahan besar pada sistem pengelolaan pendidikan di Indonesia. Pendidikan termasuk salah satu sektor yang diserahkan pengelolaannya pada pemerintah daerah, sementara pemerintah pusat sebatas menyusun acuan dan standar yang bersifat nasional.

 

Dasar Hukum

  1. Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan daerah.
  2. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 yang mengatur Kewenangan Pemerintah Pusat dan Kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota.
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  5. Keputusan Wali Kota

Fasilitas Sekolah Model

  1. Ruang Kelas
  2. Ruang Lab IPA
  3. Ruang Lab Matematika
  4. Ruang Ketrampilan
  5. Ruang Lab Bahasa
  6. Ruang Lab Komputer
  7. Ruang Ruang UKS
  8. Ruang Tamu
  9. Ruang Rapat
  10. Ruang Tata Usaha
  11. Ruang BK
  12. Ruang Observasi
  13. Ruang Perpustakaan
  14. Ruang Kepala Sekolah
  15. Ruang Guru
  16. Hall/Aula
  17. Kamar mandi Siswa, Tamu, Kepala Sekolah dan Guru.

 

Komponen Input:
aspek siswa, sarana prasarana dan pembiayaan serta aspek input harapan (visi, misi, tujuan dan sasaran), serta aspek tenaga kependidikan.Indikator tenaga kependidikan bagi SSN:
(a) memiliki tenaga kependidikan yang cukup jumlahnya, (b) kualifikasi dan kompetensi yang memadadi sesuai dengan tingkat pendidikan yang ditugaskan, (c) tidak mismatched. Berkaitan dengan aspek kesiswaan, ada enam hal yang harus diperhatikan sekolah:

(a) penerimaan siswa baru, (b) penyiapan belajar peserta didik, (c) pembinaan dan pengembangan, (d) pembimbingan, (e) pemberian kesempatan, dan (f) evaluasi hasil beljar siswa.

Di samping itu ditekankan pula pada kondisi siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah yang meliputi rasio siswa per rombongan belajar dan rasio pendaftar terhadap siswa yang diterima.

Input yang berkaitan dengan sarana dan pembiayaan mencakup ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang keterampilan/kesenian/komputer, ruang administrasi, kamar kecil, lahan terbuka, fasilitas pendukung dan pembiayaan.

Komponen Proses meliputi aspek kurikulum dan bahan ajar, aspek proses belajar mengajar dan penilian, dan aspek manajemen dan kepemimpinan. Sedangkan komponen output mencakup aspek prespasi belajar siswa, aspek prestasi guru dan kepala sekolah dan aspek prestasi sekolah.

 

SEKOLAH STANDAR NASIONAL (SSN)

» Sekolah Standar Nasional

Merupakan sekolah yang telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang berarti memenuhi tuntutan SPM sehingga diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang standar dan menghasilkan lulusan dengan kompenetensi sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan. Berikut ini komponen standar yang dimaksud:

Komponen Input:
aspek siswa, sarana prasarana dan pembiayaan serta aspek input harapan (visi, misi, tujuan dan sasaran), serta aspek tenaga kependidikan.Indikator tenaga kependidikan bagi SSN:
(a) memiliki tenaga kependidikan yang cukup jumlahnya, (b) kualifikasi dan kompetensi yang memadadi sesuai dengan tingkat pendidikan yang ditugaskan, (c) tidak mismatched. Berkaitan dengan aspek kesiswaan, ada enam hal yang harus diperhatikan sekolah:

(a) penerimaan siswa baru, (b) penyiapan belajar peserta didik, (c) pembinaan dan pengembangan, (d) pembimbingan, (e) pemberian kesempatan, dan (f) evaluasi hasil beljar siswa.

Di samping itu ditekankan pula pada kondisi siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah yang meliputi rasio siswa per rombongan belajar dan rasio pendaftar terhadap siswa yang diterima.

Input yang berkaitan dengan sarana dan pembiayaan mencakup ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang keterampilan/kesenian/komputer, ruang administrasi, kamar kecil, lahan terbuka, fasilitas pendukung dan pembiayaan.

Komponen Proses meliputi aspek kurikulum dan bahan ajar, aspek proses belajar mengajar dan penilian, dan aspek manajemen dan kepemimpinan. Sedangkan komponen output mencakup aspek prespasi belajar siswa, aspek prestasi guru dan kepala sekolah dan aspek prestasi sekolah.

Kriteria Sekolah Standar Nasional

» Umum

  1. Memiliki rat a-rata NUAN minimal 6,0.
  2. Jumlah rata-rata NUAN minimal 6,35.
  3. Ada kecenderungan rata-rata NUAN tetap atau diprioritaskan yang naik.
  4. Termasuk sekolah yang tergolong kategori baik di kota, yaitu memiliki tenaga guru dan sarana pendidikan yang cukup, serta memiliki prestasi yang baik.
  5. Sekolah memiliki potensi yang kuat untuk berkembang, dan
  6. Bukan sekolah yang didukung oleh yayasan yang memiliki pendanaan yang kuat, baik dari dalam maupun luar negeri.

» Khusus

  1. Sekolah memiliki kebijakan, tujuan dan sasaran mutu yang jelas.
  2. Sekolah memiliki sumber daya manusia yan kompeten dan berdedikasi tinggi.
  3. Sekolah memiliki fasilitas yang memadai.
  4. Sekolah memiliki kepedulian pada kualitas pembelajaran.
  5. Sekolah menerapkan evaluasi secara berkelanjutan.
  6. Kegiatan ekstrakurikulernya menunj ukkan peningkatan.
  7. Sekolah memiliki manajemen yang bagus.
  8. Sekolah memiliki kepemimpinan yang handal.
  9. Sekolah memiliki program-program yang inovatif.
  10. Sekolah memiliki program yang jelas sesuai dengan kondisi objektif sekolah.
  11. Program sekolah dibuat dengan melibatkan seluruh warga sekolah.
  12. Sekolah memiliki administrasi keuangan yang transparan.
  13. Hubungan kerjasama antar warga sekolah berjalan harmonis.
  14. Kerja sama antara sekolah dengan masyarakat sekitar berjalan dengan baik.
  15. Ruang kelas, laboratorium, kantor dan KM/WC serta taman sekolah bersih dan terawat.
  16. Lingkungan sekolah bersih, tertib, rindang, dan aman.
  17. Guru dan tenaga kependidikan tampak antusias dalam mengajar dan bekerja.
  18. Hasil UAN siswa menunjukkan kecenderungan meningkat.
  19. Sekolah menerapkan reward system dan merit system secara baik.
  20. Sekolah memil iki program peningkatan kinerja profesional guru dan tenaga kependidikan lainnya.

 

 

About these ads

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: