Oleh: kang Ja'far | 9 November 2008

Mencuri Uang Anak Sendiri

Seorang lelaki datang kepada Nabi saw, mengadukan ayahnya yang menghabiskan wang miliknya
tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya. Nabi yang mulia memanggil ayah orang itu ke
hadapannya. Ketika lelaki jompo itu datang dengan tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Nabi
bertanya, “Betulkah kau mengambil wang anakmu tanpa seizinnya?”
“Wahai Nabi Allah,” lelaki itu menangis, “ketika aku kuat dan anakku lemah, ketika aku kaya dan dia
miskin, aku tidak membelanjakan wangku kecuali untuk memberi makan kepadanya, bahkan terkadang
aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia boleh makan. Sekarang aku telah tua dan lemah
sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya. Ia mulai
menyembunyikan wangnya dariku. Dahulu aku menyediakan makan untuknya tapi sekarang ia hanya
menyiapkan makan untuk dirinya. Aku tak pernah memperlakukan ia seperti ia mempelakukanku. Jika
saja aku masih sekuat dulu, aku akan merelakan wangku untuknya.”
Ketika mendengar hal ini, airmata Nabi saw jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa
janggutnya yang suci, “Baiklah,” Nabi berkata, “habiskan seluruh wang anakmu sekehendak hatimu.
Wang itu milikmu…”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: