Gus DUR

Polisi Indonesia, Masya Allah

canda_gus_dur.jpeg
MANTAN Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, semua kejadian kekerasan itu kuncinya ada pada aparat kepolisian. Mau bertindak apa saja, jika mereka orang-orang yang bersih, maka tidak akan terjadi keributan.

Di Inggris, kata Gus Dur, polisi biasa nangkepin orang, tapi tidak pernah diributkan. Itu karena polisi di sana tidak menggunakan senjata api, namun wibawa mereka begitu besar karena benar-benar menjaga keselamatan masyarakat. “Lha di kita, polisinya itu Masya Allah.”

Gus Dur lantas menunjukkan satu kasus. Sewaktu menjabat Kapolda Jawa Timur, Sutanto pernah memerintahkan penembakan pada anggota Ansor yang berdemo di Jawa Timur. “Katanya tembak saja! Wong katanya kebal, nggak mempan ditembak kok,” cerita Gus Dur.

Ho-Oh



SEORANG ajudan Presiden Bill Clinton dari Amerika Serikat sedang jalan-jalan di Jakarta. Karena bingung dan tersesat, dia kemudian bertanya kepada seorang penjual rokok. “Apa betul ini Jalan Sudirman?”

“Ho-oh,” jawab si penjual rokok.

Karena bingung dengan jawaban tersebut, dia kemudian bertanya lagi kepada seorang Polisi yang sedang mengatur lalu lintas, “Apa ini Jalan Sudirman?”

Polisi menjawab, “Betul.”

Karena bingung mendapat jawaban yang berbeda, akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur yang waktu itu kebetulan melintas bersama ajudannya, “Apa ini Jalan Sudirman?”

Gus Dur menjawab, “Benar.”

Bule itu semakin bingung saja karena mendapat tiga jawaban yang berbeda. Lalu akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur lagi, mengapa waktu tanya tukang rokok dijawab “HO-OH,” lalu tanya polisi dijawab “BETUL” dan yang terakhir dijawab Gus Dur dengan kata “BENAR.”

Gus Dur tertegun sejenak, lalu dia berkata, “Ooh begini, kalau Anda bertanya kepada tamatan SD maka jawabannya adalah HO-OH, kalau bertanya kepada tamatan SMA maka jawabannya adalah BETUL. Sedangkan kalau bertanya kepada tamatan Universitas maka jawabannya BENAR.”

Ajudan Clinton itu mengangguk-angguk dan akhirnya bertanya, “Jadi Anda ini seorang sarjana?”

Dengan spontan Gus Dur menjawab, “HO … OH!”

Tanya Jawab



Tanya: Gus, Mengapa Demam Berdarah marak di Jakarta?

Gus Dur: Karena Sutiyoso melarang bemo, becak dan sebentar lagi bajaj. Padahal nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.

Tanya: Mengapa dalam kampanye mereka, parpol-parpol senang membodohi rakyat?

Gus Dur: Sebab kalau pintar rakyat tak akan pilih parpol-parpol itu. Orang pintar pilih Tolak Angin.

Tanya: Mengapa kampanye PPP selalu rame?

Gus Dur: Sebab tiap suami membawa empat istri.

Tanya: Mengapa sampai kapan pun Bulan Bintang tak akan menang?

Gus Dur: Sebab masih ada Matahari.

Tanya: Gus, Mengapa Anda selalu menutup doanya dengan “inggih, inggih…”

Gus Dur: Saya ndak mau bilang Amin…Amin…, saya sebel dengan orang itu.

Tanya: Menurut Anda partai-partai mana saja yang sealiran?

Gus Dur: Partai Keadilan Sejahtera, Partai Damai Sejahtera dan Partai Buruh Sejahtera.

Tanya: Mengapa perilaku PDIP sering disamakan dengan perilaku Golkar?

Gus Dur: Karena MEGA kan artinya sama dengan AKBAR.

Tanya: Jabatan apa menurut Anda yang cocok diduduki oleh Amin Rais?

Gus Dur: Kepala Bulog. Biar dia seneng ngurusin Rice

Tanya: Siapakah sebenarnya musuh terbesar PDIP?

Gus Dur: Taufik Kiemas, karena sudah sering dia menggoyang mbak Mega.

Tanya: Kemaren Anda sudah berkunjung ke SBY, di mana sekarang SBY berada?

Gus Dur: Yo’ kamu ini piye toh…? SBY dari dulu ada di Jowo Timur.

Tanya: Gus, gimana kalau Anda dicalonkan dengan pendamping Anda Akbar Tanjung?

Gus Dur: Ogah! Takut Bocor!

Tanya: Bocor kenapa, Gus?

Gus Dur: ‘Ntar mahasiswa naek genteng MPR lagi.

Tipe Orang NU



SOWAN alias berkunjung ke rumah kyai menjadi tradisi orang NU, maka tak heran jika rumah Gus Dur di kawasan Ciganjur sehari-harinya tak pernah sepi dari tamu. Dari pagi hingga malam, bahkan tak jarang sampai dinihari para tamu ini datang silih berganti baik yang dari kalangan NU maupun bukan. Tak jarang mereka datang dari luar kota.

Menggambarkan fanatisme orang NU, menurut Gus Dur ada tiga tipe orang NU.

“Kalau mereka datang dari pukul tujuh pagi hingga jam sembilan malam, dan membicarakan tentang NU, itu biasanya orang NU yang memang punya komitmen dan fanatik terhadap NU,” tegas Gus Dur.

Orang NU jenis kedua, mereka yang meski sudah larut malam, sekitar jam dua belas sampai jam satu malam, namun masih mengetuk pintu untuk membicarakan NU, “Itu namanya orang gila NU,” katanya.

Bagaimana dengan orang jenis ketiga, Gus?

“Tapi kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu jam dua dinihari hingga jam enam pagi, itu namanya orang NU yang gila,” katanya.

Sudahkah Kalian Mengerti?



KEJADIAN ini saat Gus Dur menggelar jumpa pers di Australia. Acara yang dihadiri ratusan wartawan bule itu berlangsung ramai. Guna menghindari pertanyaan wartawan yang pedas-pedas, Gus Dur langsung punya siasat dengan melemparkan sebuah pertanyaan.

Sudahkah kalian mengerti dengan apa yang saya sampaikan tadi?

Sudah! jawab wartawan serempak.

Kalau begitu tak ada gunanya kalian bertanya lagi, katanya singkat dan langsung berjalan meninggalkan para wartawan yang masih pada bengong dengan dituntun dua ajudannya.

Keesokan harinya, kembali para wartawan menghadiri acara yang sana. Gus Dur masih setia mengulangi pertanyaan yang kemaren.

Sudahkah kalian mengerti tentang apa yang saya sampaikan tadi?

Tidaaaak! jawab wartawan serempak.

Kalau tidak, bagaimana bisa bertanya sesuatu yang nyambung dengan isi pidato saya?

Wartawan bengong lagi. Gus Dur dengan santainya langsung jalan dan pergi. Tak lupa digandeng dengan dua pengawalnya.

Hari ketiga kembali para wartawan meminta keterangan dari Gus Dur.

Sudahkah kalian mengerti dengan apa yang saya bicarakan tadi?

Sudaaah!

Beluuuum!

Gus Dur ternyata tidak kehilangan akal. Seperti biasa Gus Dur menjawab dengan nada enteng. Kalau begitu bagus. Yang sudah mengerti tolong menceritakan kepada yang belum mengerti.

Gus Dur pergi. Semua wartawan di dalam ruangan bengong melompong.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s