Oleh: kang Ja'far | 30 November 2011

Guru “idola”

Dalam peringatan hari Guru Nasional tahun 2011, SMPN 3 Tarakan mengadakan pemilihan “guru idola siswa” yang diprakarsai oleh Kesiswaan-OSIS. Salah satu indikatornya adalah guru yang menjadi “motivator siswa” .  Setelah selesai penghitungan angket, (data menyebar– sumber panitia) maka ditetapkan 2 nama sebagai guru “idola” 2011 di SMPN 3 Tarakan  adalah Bpk. Eris Arko M., SPd dan Ibu Sardina, SPd. Beliau berdua merupakan sosok guru dari “angkatan muda” ===(selamat kepada beliau berdua : admin)

Ada salah satu artikel dari akhmadsudrajat.wordpress.com yang sangat “mengusik” jika dicermati dari judulnya saja, yakni “Guru yang Selalu Dikagumi dan Dikenang Muridnya” .  Seorang guru “mungkin” diingat oleh siswanya, namun apakah dia dikagumi dan dikenang??? .  ———  hal ini tidak ada kaitannya dengan kerja ihlas.

Saat “googling” saya temukan tulisan yang disarankan oleh akhmadsudrajat, yakni Top 5 (Plus 14) Character Traits Of Superior Teachers. If you want to be a great teacher, these are the things you should begin to develop first klik sini

Disana dituliskan,  5 karakter guru “super” — (idola: admin)

  1. Mengilhami “saya” (siswa) dan tidak pernah membiarkan aku puas
  2. Pengasih, merawat, membuat saya merasa penting dan menyambut, membuat hubungan pribadi dengan saya
  3. Menuntut, mendorong saya keras
  4. Memiliki rasa humor
  5. Pengetahuan tentang materi pelajaran

dan beberapa karakter tambahan antara lain:

  •      Bergairah
  •      Menantang saya untuk berpikir lebih dari sekedar jawaban di buku pelajaran
  •      menanggapi / mendengarkan ide-ide saya
  •      Mengajari saya hal-hal baru
  •      Mereka interaktif
  •      Ditambahkan elemen pribadi untuk kelas
  •      Terorganisir
  •      Disiplin
  •      Percaya diri
  •      Mereka pemecah masalah, bukan hanya pengidentifikasi masalah

 

Adapun Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, yang pernah menjabat sebagai Menteri P dan K Republik Indonesia ke 1 pada tahun 1945  merumuskan 3 asas guru sebagai berikut: 1) Ing Ngarso Sung Tulodo, 2) Ing Madya Mangun Karso, dan 3) Tut Wuri Handayani.

Gagasan Ki Hajar Dewantara tersebut jika di implementasikan dalam Dunia Pendidikan, secara garis besar  dapat diartikan sebagai berikut:

  1. Ing Ngarso Sung Tulodo:

Jika berada pada “posisi depan/ pimpinan” (dalam hal apapun, terutama dalam proses pembelajaran) seorang Guru harus dapat memberikan teladan yang baik kepada siswanya.

  1. Ing Madya Mangun Karso

Jika berada pada “posisi tengah” atau bersama-sama dengan siswa,  guru diharapkan dapat aktif bekerjasama dengan siswa dalam usaha mencapai tujuan pendidikan.

  1. Tut Wuri Handayani

Di belakang, seorang guru harus mampu mengarahkan dan memotivasi peserta didik agar dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

Bagaimana dengan kita ????

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: