Oleh: kang Ja'far | 2 Februari 2010

SERBA GRATIS !!!??

Oleh: kang Ja'far | 28 Januari 2010

menghilangkan iklan di facebook

artikel ini saya kutip dari http://iqbalali.com,  yang kelihatannya perlu dicoba dan disebarluaskan.

“alhasil, beginilah cara menghilangkan iklan di facebook, (ampuh banget, sampai sekarang, facebook saya bersih-sih), berikut langkah-langkahnya :
1. Buka Browser Mozilla Firefox anda.
2. Buka Link add-ons dibawah ini dan install di firefox anda. – https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/2108
3. Setelah terinstall, restart firefox anda.
4. Setelah itu buka link dibawah ini :  – http://userstyles.org/styles/9405
5. Klik Tombol “Install with Stylish”. Terletak pada pojok kanan atas.
6. Setelah terinstall, restart firefox anda lagi.
7. Buka facebook dan login dengan account anda.
8. Coba masuk ke halaman profil, maka iklan di facebook anda akan hilang.

Untuk menampilan iklannya lagi anda tinggal menghilangkan centang yang ada pililhan add-ons tersebut yang terletak pada pojok kanan bawah firefox anda, demikian pula sebaliknya. guampang banget to. oya, artikel ini saya dapat di sini.

Sumber:

http://kumpulantipsngeblog.wordpress.com/2009/11/24/facebook-ads-remover-cara-menghilangkan-iklan-di-facebook/”

sumber: http://iqbalali.com/2009/11/29/hapus-iklan-di-facebook-gini-caranya

Oleh: kang Ja'far | 27 Januari 2010

Buncis, Ampuh Cegah Penyakit Kencing Manis

Sayuran ini mampu mengendalikan kadar gula kadar.

Mengonsumsi buncis dalam keadaan mentah sebagai lalapan, ternyata dapat mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes mellitus.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Yayuk Andayani, ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor, buncis mengandung zat yang dinamakan B-sitosterol dan stigmasterol, yang berfungsi meningkatkan produksi insulin dalam tubuh.

Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan secara alamiah oleh pankreas. Namun, bagi penderita kencing manis, pankreas hanya menghasilkan sedikit insulin, atau bahkan tidak sama sekali. Nah, kedua zat dari buncis tersebut mampu merangsang pankreas meningkatkan produksi insulin, sehingga bisa menurunkan kadar gula dalam darah.

Oleh: kang Ja'far | 19 Januari 2010

kita = keledai ?????

Ada salah satu tulisan gus mus yang menggelitik kita, sehingga perlu disebarluaskan. Inilah selengkapnya:

Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata, “Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin. “Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.” Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?”

Nasrudin berkisah,”Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar.” “Tapi,” tukas Timur Lenk tidak puas,”Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?”

Nasrudin menjawab,”Memang demikianlah cara keledai membaca; hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita setolol keledai, bukan ?”

sumber: http://www.gusmus.net/page.php?mod=dinamis&sub=3&id=1034

Sebenarnya buku ini ditulis sudah lama, namun karena diserap pasar, dicetak sampai edisi 5 dengan judul “yang lebih berani/ konfrontatif terhadap warga NU”, meskipun sebenarnya penulisnya sendiri keberatan dengan judul buku tersebut. Sekilas tentang buku tersebut seperti petikan dibawah:

  • Tanggapan keras langsung muncul dari pengurus PW LTN NU Jawa Timur. “Ini namanya nantang terang-terangan,” kata Makruf Asrori, Wakil Ketua LTN Jatim. Namun ia mengaku bingung untuk menyikapinya, sebab ketika diajak dialog terbuka ia tidak mau datang, tapi malah menerbitkan buku yang lebih berpotensi menimbulkan polemik.   sumber: http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=12557
  • “Saya ini tidak tahu apa maunya orang itu. Diajak dialog tidak datang, tapi kok terus saja berbuat seperti itu,” kata Makruf kepada NU Online pada Senin (5/5) malam.
  • Di sisi lain, H Mahrus mengaku tidak tahu-menahu dengan terbitnya buku karyanya itu. Ia beralasan karena sejak awal sudah menjual naskah itu kepada penerbit, bukan menggunakan sistem royalti.  Soal judul buatan penerbit yang menghebohkan itupun sebenarnya dia sejak awal juga tidak setuju. Bahkan sudah tiga kali dirinya meminta agar judul itu diganti, namun penerbit tetap bersikeras mempertahankannya.  sumber: http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=12557

Untuk pembaca yang menginginkan tulisan pembanding silahkan kunjungi http://www.gusmus.net/page.php?mod=interaksi&sub=1&id=541   atau disini

Tulisan Sebelumnya »

Kategori