alhamdulillah, saat dibutuhkan dapat artikel ini, (makasih buat admin kompiwin.com)
Download file instalasi Windows 10, 7 dan 8.1 secara legal? Resmi dari Microsoft? Ya, Anda dapat men-download Windows 10, 7, dan 8.1 ISO secara legal dan resmi dari Microsoft, dan itu gratis untuk di-download.

Akhirnya, ada cara legal di mana pengguna dapat men-download file instalasi Windows 10 dan versi Windows sebelumnya seperti Windows 7 dan 8.1, dari Microsoft. Jika kamu membeli komputer dengan sistem operasi Windows 8.1, lalu kehilangan Windows 8.1 karena suatu alasan, maka Anda tak perlu membeli lagi Windows 8.1 yang lain bila Anda memiliki product key-nya. Hal itu juga tentu berlaku untuk pengguna Windows 10.
langsung TKP
http://www.kompiwin.com/2014/11/cara-download-windows-8.1-iso.html

Cara Download File ISO Windows secara Legal dari Microsoft (10, 7, 8.1)
Download file instalasi Windows 10, 7 dan 8.1 secara legal? Resmi dari Microsoft? Ya, Anda dapat men-download Windows 10, 7, dan 8.1 ISO secara legal dan resmi dari Microsoft, dan itu gratis untuk di-download.

Akhirnya, ada cara legal di mana pengguna dapat men-download file instalasi Windows 10 dan versi Windows sebelumnya seperti Windows 7 dan 8.1, dari Microsoft. Jika kamu membeli komputer dengan sistem operasi Windows 8.1, lalu kehilangan Windows 8.1 karena suatu alasan, maka Anda tak perlu membeli lagi Windows 8.1 yang lain bila Anda memiliki product key-nya. Hal itu juga tentu berlaku untuk pengguna Windows 10.

langsung TKP, http://www.kompiwin.com/2014/11/cara-download-windows-8.1-iso.html

Oleh: kang Ja'far | 15 Juni 2016

titip (mama)

grafik tahun pemb 2015-2016

GRAFIK-1.xlsx

Oleh: kang Ja'far | 7 April 2016

telaga warna

<i><b>Narator:</b><br />Dikisahkan pada zaman dahulu kala, di Jawa Barat terdapat sebuah kerajaan yang bernama kerajaan Kutatanggeuhan yang&nbsp; dipimpin oleh raja yang arif dan bijaksana yaitu Prabu Suwartalaya dan Ratu Purbamanah. Rakyatnya hidup tenang, makmur, tenteram, damai dan sejahtera. Namun Sayangnya, Prabu Suwartalaya dan Ratu Purbamanah belum dikaruniai seorang anak. Sehingga, ini menjadi kegelisahan sang Prabu Suwartalaya dan Ratu Purbamanah. </i><br />
<br />
<b><u>Adegan 1</u><br /><br />Ratu Purbamanah:</b><i>&nbsp;</i><br />
<i>(sedang murung dan menangis)</i><br />
<br />
<b>Prabu Suwartalaya:</b> <br />
Sudahlah dinda. Jangan murung dan menangis terus. Kalau dinda bersedih terus seperti ini, kanda jadi ikut bersedih.<br />
<br />
<b>Ratu Purbamanah:</b> <br />
Gimana dinda ga akan bersedih kanda, sudah bertahun-tahun kita berumah tangga tapi belum dikaruniai seorang anak.<br />
<br />
<b>Penasehat:</b><br />
Baginda, supaya Ratu Purbamanah tidak sedih terus bagaimana kalau mengangkat seorang anak saja baginda. Barangkali bisa mengurangi kesedihan Ratu.<br />
<br />
<b>Ratu Purbamanah:</b><br />
Tidak! Aku tidak mau punya anak angkat!<br />
<br />
<b>Prabu Suwartalaya:</b> <br />
Iya, penasehat.<br />
Akupun juga tidak setuju jika mengangkat seorang anak. Buat kami, anak kandung adalah lebih baik dari pada anak angkat.<br />
<br />
<b><i>Narator:</i></b><br />
<i>Ratu Purbamanah masih terus menangis</i><br />
<br />
<b>Prabu Suwartalaya:</b> <br />
Sudahlah dinda jangan menangis terus. Kanda akan berusaha lagi. Kanda akan pergi ke hutan untuk bertapa agar kita cepat dikaruniai seorang anak.<br />
<br />
<b>Ratu Purbamanah:</b><br />
Baiklah kalau begitu. Jika memang kanda harus pergi ke hutan untuk bertapa, Baiklah kanda. dinda juga turut berdoa. hati-hati kanda.<br />
<br />
<b><i>Narator:</i></b><br />
<i>Pergilah Prabu pergi ke hutan untuk bertapa. Di hutan, sang prabu terus menerus berdoa agar dikaruniai anak.</i><br />
<br />
<i>Beberapa bulan kemudian, keinginan mereka terkabul. Ratu Purbamanahpun mulai hamil. Seluruh rakyat senang sekali. Mereka membanjiri istana dengan hadiah. </i><br />
<i><br /></i>
<i>Sembilan bulan kemudian, Ratu Purbamanah melahirkan seorang putri. </i><br />
<br />
<b><u>Adegan 2:</u></b><br />
<br />
<b>Ratu Purbamanah:</b> <br />
<i>(menggendong seorang bayi)</i><br />
<br />
<b>Prabu Suwartalaya:</b><br />
Putri kita cantik ya, Dinda. Dan kelihatannya sangat lucu.<br />
<br />
<b>Ratu Purbamanah:</b><br />
Iya Kanda. Kita harus bersyukur akhirnya kita dikaruniai seorang anak. <br />
<br />
<b>Prabu Suwartalaya:</b><br />
Iya dinda. Putri kita ini juga manis, dan sangat menggemaskan!<br />
Oleh karena itu, bagaimana kalau kita beri nama Gilang Rukmini?<br />
Gimana dinda setuju tidak?<br />
<br />
<b>Ratu Purbamanah:</b><br />
Dinda setuju setuju saja kanda.<br />
<br />
<b><i>Narator:</i></b><br />
<i>Sesaat raja dan ratu sedang berbahagia, datanglah penasehat kerajaan.....</i><br />
<br />
<b>Penasehat:</b><br />
Ampun baginda. Ini dari rakyat, mengirimkan beraneka hadiah untuk putri baginda. Mereka turut bersuka cita dan mengucapkan selamat atas kelahiran putri baginda.<br />
<br />
<b>Prabu Suwartalaya:</b><br />
Terima kasih, Paman<br />
<br />
<b><i>Narator:</i></b><br />
<i>Tak hanya keluarga istana yang berbahagia, rakyat&nbsp; turut berbahagia mendengar kabar tersebut. </i><br />
<i><br /></i>
<i>Sayangnya, Gilang Rukmini tidak diasuh secara baik oleh Prabu Suwartalaya dan Ratu Purbamanah. Gilang pun tumbuh menjadi gadis yang manja dengan sifat-sifat yang kurang baik. Dia tak segan berkata kasar untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Walaupun begitu, baik Prabu Suwartalaya, Ratu Purbamanah, dan rakyat sangat mencintainya.&nbsp; </i><br />
<i><br /></i>
<i>Hari berlalu, Putri pun tumbuh menjadi gadis remaja tercantik di seluruh negeri. Dalam beberapa hari, Putri akan berusia 17 tahun. Maka para penduduk di negeri itu pergi ke istana. Mereka membawa aneka hadiah yang sangat indah. Prabu mengumpulkan hadiah-hadiah yang sangat banyak itu, lalu menyimpannya dalam ruangan istana. Sewaktu-waktu, ia bisa menggunakannya untuk kepentingan rakyat.</i><br />
<i><br /></i>
<i>Prabu hanya mengambil sedikit emas dan permata. Ia membawanya ke ahli perhiasan.</i><br />
<br />
<u><b>Adegan 3</b></u><br />
<br />
<b>Prabu Suwartalaya:</b><br />
Pak, tolong buatkan kalung yang sangat indah untuk putriku.<br />
<br />
<b>Tukang perhiasan:</b><br />
Dengan senang hati, Yang Mulia.<br />
<br />
<b><i>Narator:</i></b><br />
<i>Ahli perhiasan itu lalu bekerja dengan sebaik mungkin, dengan sepenuh hati. Ia ingin menciptakan kalung yang paling indah di dunia, karena ia sangat menyayangi Putri Raja.</i><br />
<i><br /></i>
<i>Hari ulang tahun pun tiba. Penduduk negeri berkumpul di alun-alun istana. Ketika Prabu dan Ratu Purbamanah datang, orang menyambutnya dengan gembira. Sambutan hangat makin terdengar, ketika Putri yang cantik jelita muncul di hadapan semua orang. Semua orang mengagumi kecantikannya.</i><br />
<i><br /></i>
<u><b>Adegan 4</b></u><br />
<br />
<b>Rakyat-rakyat :</b><br />
<i>(teriak dan bertepuk tangan)</i><b> </b><br />
Horeee!! horeeee!! Horeeee!!! Raja dan Ratu telah datang!<br />
<br />
<b>Rakyat 1:</b><br />
Wuaaah cantik sekali ya, putri Prabu Suwartalaya.<br />
<br />
<b>Rakyat 2:</b><br />
Iya. Aku jadi iri melihatnya.<br />
<br />
<b><i>Narator:</i></b><br />
<i>Prabu lalu bangkit dari kursinya. Kalung yang indah sudah dipegangnya. Kemudian...</i><br />
<br />
<b>Prabu Suwartalaya:</b><br />
Putriku tercinta Gilang Rukmini, hari ini hari ulang tahunmu. aku berikan kalung ini untukmu. Kalung ini pemberian orang-orang dari penjuru negeri. Mereka sangat mencintaimu. Mereka mempersembahkan hadiah ini, karena mereka gembira melihatmu tumbuh jadi dewasa. Pakailah kalung ini, Nak.<br />
<br />
<b><i>Narator:</i></b><br />
<i>Putri menerima kalung itu. Lalu ia melihat kalung itu sekilas. Kemudian...</i><br />
<br />
<b>Gilang Rukmini:</b><br />
Aaahh!! Kalung apa ini?! Kalung ini jelek! Aku tak mau memakainya! <i>(kalung dilempar)</i><br />
<br />
<b>Rakyat:</b><br />
Haaahhhh??? Kalung indah terbuat dari emas permata itu di lempar begitu saja oleh putri. Sungguh ku tak menyangka putri baginda berbuat seperti itu.<br />
<br />
<b><i>Narator:</i></b><br />
<i>Kalung yang indah pun rusak. Emas dan permatanya tersebar di lantai. Seluruh rakyat yang hadir terkejut. Tak seorangpun bicara. Suasana hening. Tiba-tiba Ratu Purbamanah&nbsp; menangis melihat perilaku putrinya. Rakyatnya pun mengikuti menangis melihat Ratu Purbamanah menangis. Akhirnya, semua pun&nbsp; meneteskan air mata, hingga istana basah oleh air mata mereka. </i><br />
<i><br /></i>
<b>Ratu Purbamanah:</b><br />
<i>(menangis)</i><br />
<br />
<b><i>Narator:</i></b><br />
<i>Tiba-tiba muncul mata air dari halaman istana. airnya keluar sangat deras yang makin lama makin banyak.</i><br />
<br />
<b>Rakyat 1:</b><br />
Haaahh?? Ada air! Air! Air!<br />
<br />
<b>Rakyat 2:</b><br />
Hahhh? tiba-tiba air ini membentuk kolam kecil!<br />
<br />
<b>Rakyat 3:</b><br />
Bukan! Ini banjir! Banjir! Banjiir! Banjiiir! Banjiirr!<br />
<br />
<b><i>Narator:</i></b><br />
<i>Setelah kejadian tersebut, rakyat berteriak teriak kebingungan, panik, ketakutan dan......</i><br />
<i>Tiba-tiba&nbsp; Istana pun dipenuhi air bagai danau. Lalu danau itu makin besar dan menenggelamkan istana. Kemudian........, terciptalah sebuah danau yang sangat indah.</i><br />
<i><br /></i>
<i>Nama danau itu kini dikenal orang sebagai Telaga Warna. Warna itu berasal dari bayangan hutan, tanaman, bunga-bunga, dan langit di sekitar telaga. Namun, orang
Oleh: kang Ja'far | 21 Maret 2016

pajak-2015

Oleh: kang Ja'far | 21 Maret 2016

Trs: e-Filing Bukti Penerimaan Elektronik

Pada Senin, 21 Maret 2016 11:35, “efiling@pajak.go.id” <efiling@pajak.go.id> menulis:

Penyampaian SPT Elektronik
�Direktorat Jenderal Pajak
Berikut ini adalah Bukti Penerimaan Elektronik Anda.
Oleh: kang Ja'far | 21 Maret 2016

Cara Copy Artikel Blog Yang Tidak Bisa Dicopy

langsung ke TPK

http://tyodongss.com/cara-copy-artikel-blog-yang-tidak-bisa-dicopy/

Oleh: kang Ja'far | 21 Maret 2016

Cara Membuat Blog Tidak Dapat Di Copy

trik ini menarik untuk “sekedar melindungi” tersebarnya artikel.

Namun sebenarya bertentangan dengan “maksud awal” kita menulis, yakni menyebarluaskan pengetahuan kita agar lebih bermanfaat untuk yang lain.

langsung TKP … http://alexander-zulkarnain.blogspot.co.id/2011/01/cara-membuat-blog-tidak-dapat-di-copy.html

Oleh: kang Ja'far | 21 Maret 2016

PTK “ditolak”? …. kaji “buku 5”

PTK adalah suatu kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan yang dilakukannya itu, serta untuk memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut dilakukan.( Joni& Tisno: 1998)
PTK adalah suatu proses dimana melalui ini dosen dan mahasisiwa menginginkan terjadinya perbaikan, peningkatan dan perubahan pembelajaran yang lebih baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.( Soedarsono: 2001)
PTK adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas.
Dengan kata lain: PTK adalah penelitian tindakan yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas:
Ada 2 jenis PTK yaitu PTK individu dan kolaborasi
KaraKteristiK PtK :
1. On the job problem oriented Artinya bahwa PTK dilaksanakan oleh pekerja sesuai dengan bidang yang ditekuninya, misalnya seorang guru geografi yang hendaknya mengadakan PTK dengan tema pembelajaran Geografi.
2. Problem Solving oriented Mengandung makna bahwa PTK dilakukan untuk memecahkan masalah yang ada dalam Proses Belajar Mengaja (PBM) oleh guru.
3. Improvement oriented Bahwa PTK dilaksanakan untuk memperbaiki proses pembelajaran
4. Multidata oriented PTK harus dilakukan dengan praktik dalam PBM.
5. Specific Contextual PTK dilaksanakan benar-benar masalah yang dialami guru dalam PBM.
6. SikluS Pelaksanaan dilaksanakan berulang ulang dan Continue. Meliputi: (1) perencanaan atau planning, (2) pelaksanaan tindakan
atau acting, dan (3) pengamatan dan refleksi atau observasingreflekting.
7. Kolaboratif  Dapat dilaksanakan bersama orang atau guru lain namun masih dalam 1 rumpun ilmu
8. Metodologi bersifat longgar. Maksudnya bahwa PTK tidak harus mengginakan pengolahan data statistik yang rumit, cukup dengan analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan juga tidak harus diuji reabilitas, normalitas, atau validitas. Namun instrumen dapat diuji dengan uji triangulasi atau crosscheck atau perbandingan dengan cara atau instrumen lain.
Manfaat PtK :
1. Guru menjadi dan peka terhadap masalah
2. Terjalinnya kerjasama untuk meningkatkan mutu KBM
3. Perhatian terhadap siswa terus menerus
4. Mutu diri dan kinerja
5. Capai tujuan KBM
PrinsiP PTK (HoPKins, 1993) :
1. Tidak menggangu komitmen dan tugas utama guru yaitu
menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas
2. Melaksanakan PTK pada dasarnya merekam dan melaporkan
proses dan hasil pembelajaran secara sisematik dan terkendali
menurut kaidah ilmiah
3. Kegiatan penelitian yang dilakukan merupakan bagian integral
dari pembelajaran dan harus tetap bersandar pada alur dan
kaidah ilmiah
4. Masalah yang dipecahkan adalah masalah pembelajaran riil
dan merisaukan 5. Konsistensi sikap dan kepedulian dalam
memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran sangat
diperlukan
6. Cakupan masalah tidak hanya dibatasi pada masalah
pembelajaran di ruang kelas
Bidang kajian PTk :
1. Pembelajaran di kelas : cara belajar dan proses
2. Desain dan strategi PBM : pengelolaan prosedur dan metode
3. AlAt bantu,media dan sumber belajar
4. SiStem evalusai PBM
5. ImplementasI kurikulum
Prosedur Siklus PTK Model Kemmis:

1. Permasalahan
2. AlternAtif pemecahan masalah
3. Pelaksanaan tindakan 1
4. Observasi 1
5. AnAlisis data 1
6. refleksi 1
7. Terselesaikan ? (siklus 1)
8. Tidak? AlternAtif pemecahan (rencana tindakan 2)
9. Pelaksanaan tindakan 2
10. Observasi 2
11. AnAlisis data 2
12. Refleksi 2
13. Terselesaikan ? SikluS 2
14. Tidak ? rencana tindakan selanjutnya
MeneMukan Masalah PTk :
1. Merenung
2. Berfikir tentang apa yang mungkin dapat diperbaiki
3. Pikirkan tentang beberapa kelompok masalah pembelajaran
4. Pilih masalah yang layak
5. Pilih masalah yang tidak terlalu luas dan sempit
6. Pilih masalah yang strategis
7. Pilih masalah yang anda senangi
8. Pilih masalah yang anda kuasai
Langkah PTk :
1. IdentIfIkasI dan analisis masalah
2. MeruMuskan masalah
3. MeruMuska tindakan
4. Melaksanakan tindakan
5. Melakukan refleksi (analisis,memarik kesimpulan dll)
SiStematika Laporan ptk :
1. Latar Belakang Masalah
2. Perumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
4. Manfaat Penelitian
Latar BeLakang MasaLah PTK :
1. Menulis kenyataan yang ada
2. Menulis harapan yang akan di tuju
3. AdAnyA masalah Meliputi Identifikasi Maslah dan Pembatasan masalah.
4. AdAnyA solusi
Perumusan masalah PTK :
Dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah

copas: ukg2016.com

Oleh: kang Ja'far | 7 Maret 2016

lap-pajak-2015

titip

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya